Rabu, 05 Januari 2011

Resensi Film Laskar Pelangi

Film laskar pelangi adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata penulisnya. Film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama, yang juga ditulis langsung oleh si empunya cerita.
Film ini dibuka dengan penampilan seorang pemuda yang sedang naik bis menyusuri perjalanan ke sebuah kota. Pemuda ini kemudian mengingat awal mula kisah hidupnya yang bermula di kota itu. Disinilah cerita film ini dimulai.
Diceritakan pada sebuah desa yang bernama desa Gantong yang terletak di kota Belitong. Hari itu adalah hari pertama pembukaan kelas baru di sebuah SD Islam pertama di kota itu, SD Muhammadiyah. Bagi dua guru luar biasa, Bu Muslimah dan Pak Harfan, hari itu menjadi sangat menegangkan karena hari itu akan menjadi hari yang menentukan bagi keberlanjutan nasib sekolah itu. Apabila hari ini mereka tidak mendapat sepuluh orang murid baru, maka dengan terpaksa sekolah ini harus rela mengikuti peratura pemerintah setempat yang mengharuskan untuk menutup sekolah ini.
Sejak pagi, sudah ada sembilan calon murid beserta orang tuanya yang mendatangi sekolah tersebut. Ya, kurang seorang lagi. Pak Harfan sudah hampir putus asa menunggu murid kesepuluh yang akan menyelamatkan sekolah itu. Namun, Bu Muslimah terus saja memaksa Pak Harfan untuk tetap menunggu murid kesepuluh itu, walaupun hari sudah mulai beranjak siang. Kemudian, ketika rasa putus asa itu semakin menjadi, tanpa diduga datanglah seorang murid istimewa yang menyelamatkan mereka, dialah Harun, seorang anak dengan keterbelakangan mental yang mempunyai keinginan kuat untuk bersekolah.
Kesepuluh murid itulah yang kemudian dinamakan Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah. Mereka berjuang untuk mendapatkan pendidikan dengan segala keterbatasan yang ada. Mulai dari bangunan sekoah yang hampir ambruk, kondisi fasilitas belajar yang sangat tidak memadai, tenaga pengajar yang sangat minim,  dan bahkan saat musim hujan tiba, mereka harus rela berbagi tempat dengan kambing yang ikut masuk ke dalam kelas untuk berteduh menghindari hujan.
Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kehidupan kalangan pinggiran. Dibalut dengan rasa penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, lucunya kisah cinta seorang anak SD yang membuatnya terinspirasi untuk bermimpi ke Paris, serta keindahan persahabatan yang sangat menyentuh. Selain itu, film ini juga mengambil latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.
Filosofi yang dapat diambil dari film ini adalah harapan untuk menggapai mimpi. Kalau seorang anak yang hidup di sebuah kota terpencil dan bersekolah di SD yang hampir roboh saja bisa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya ke Paris, lalu kenapa kita yang lebih berkecukupan tidak bisa melakukan hal yang lebih baik dari itu ? Darisinilah kita mendapat sebuah pelajaran bahwa siapapun bisa menggapai impian mereka selama mereka mau berusaha dan bersungguh-sungguh mencapai impian tersebut. Film Laskar Pelangi ini dapat dijadikan sebuah inspirasi bagi kita ketika kita sudah mulai goyah dan akan menyerah dengan tekanan-tekanan yang ada dalam hidup kita. Melalui film ini, kita juga dapat menemukan arti penting dibalik sebuah perjuangan mencapai mimpi. 

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya...”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar